HIKMAH DI BALIK LELAH
Saya adalah seorang mahasiswi semester akhir dari FKIP Matematika. Keseharianku, agak sedikit berbeda dengan temen-temen sekelasku. Keseharianku diisi dengan aktivitas kuliah, kerja di lembaga amil zakat, ngeprivat dan tentunya ngamen hehehe maksudnya ngamentoring. Ada keindahan tersendiri ketika diri ini selalu bersilaturahim, ya..,, benar apa yang disampaikan oleh hadist Rosululloh saw, bahwasannya silaturahim dapat memperpanjang usia. Dalam hal ini memperluas jaringan.
Kejadiannya sekitar 1 bulan yang lalu, ketika saya masih proses menuntaskan agenda kampus yaitu PPL-KKN di suatu sekolah SMP N RSBI di kotaku yang sekarang ditempati. Aktivitas selama PPL-KKN memang sedikit membuat perubahan pada jadwal harian, serasa menjadi anak SMP dan SMA lagi karena setiap hari harus sudah berada di sekolah sejak jam 7 sampai sekitar jam 13.00. Kamis itu sungguh bersejarah bagiku. Tidak seperti biasanya, kamis itu aku pulang agak sedikit sore karena harus mengisi dahaulu ekskul di sekolah, fisikku lelah sedangkan sore harinya ada syuro di mesjid agung. Jadi, saya putuskan untuk tidak pulang dahulu ke kosan, ya biar mengirit ongkos jalannya begitu hehehe…,[waktu itu tengah-tengah bulan, keuanganku sedang sedikit limited].
Ku lepas lelah seharian di sekolah dengan merebahkan diri di tiang mesjid sambil menunggu waktu shalat Ashar, tak sadar aku terpikir dengan kondisi orang tuaku. Ya, mereka merasakan lelah seperti ini tiap hari bahkan lebih lelah daripada apa yang aku rasakan, sampai-sampai ada butiran Kristal mengalir dari kedua mataku.
Sampai juga waktu ashar, Alhamdulillah aku masih diberikan kesempatan oleh Alloh untuk melakukan shalat berjamaah dengan mudah, semoga kekhusyuan menyertai amal-amalku aamiin. Selepas shalat kulanjutkan dengan tilawah, saat tilawah air mataku berjatuhan teringat akan kondisiku yang lelah dan kedepan ada beberapa aktivitas yang memerlukan uang yang tidak sedikit sedangkan….., Ya Alloh………,
Hpku berdering, tertulis sebuah pesan “teh, aku mah gak kesana ya?” ya, aku tersadar waktu syuro tinggal beberapa menit dan belum ada yang datang.., kulihat hp yang satu lagi, banyak pesan dan panggilan masuk yang tak terjawab ternyata dari rumah mengabarkan bahwa ayahku mau menjengukku sore ini, aku kaget, sangat kaget karena aku masih belum pulang ke kosan dan akhirnya aku putuskan untuk meninggalkan syuro yang belum dimulai untuk melepaskan kerinduanku pada keluarga.
Alhamdulillah ayahku membekali beberapa lembar uang untuk beberapa hari ke depan. Alhamdulillah ya Alloh, “wayarzuqhu min haistu laa yahtasib”, padahal ayahku belum jadwalnya untuk menengokku tapi Alloh lah yang mengatur ini semua sehingga kejadian ini terjadi. Alhamdulillah, semoga keyakinanku dan kita semua selalu bertambah seiring dengan peristiwa yang terjadi pada kita, karena sesungguhnya itulah keberkahan dari semua yang terjadi ketika kita mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian yang menimpa kita dan membuat kita tambah yakin pada Alloh swt, Pemilik diri kita dan semua yang ada di dunia fana ini. Semoga peristiwa ini menjadi inspirasi dan hikmah bagi semua yang membaca.
NURYANI
30 November 2010
Universitas SIliwangi, Tasikmalaya